Monday, 25 March 2013
TRANSFORMASI GEOMETRI
- TRANLASI
Minggu lalu, Candra duduk di pojok kanan baris pertama di kelasnya. Minggu
ini, ia berpindah ke baris ketiga lajur keempat yang minggu lalu ditempati
Dimas. Dimas sendiri berpindah ke baris kedua lajur kedua yang minggu lalu
ditempati Sari. Perhatikan perpindahan tempat duduk Candra dan Dimas ini.

· Candra berpindah 2 lajur ke kiri dan 2
baris ke belakang. Saat berpindah ini, Candra telah melakukan translasi 2
satuan ke kiri dan 2 satuan ke atas yang ditulis sebagai 
· Kemudian, Dimas berpindah 2 lajur ke kiri
dan 1 baris ke depan. Saat berpindah ini, Dimas telah melakukan translasi 2
satuan ke kiri dan 1 satuan ke bawah yang ditulis sebagai 
· Misalkan, tempat duduk Candra minggu lalu
di titik N(a, b) pada koordinat Cartesius. Dengan translasi
, diketahui tempat duduknya inggu ini pada titik N ’(a-2,b+2).Kalian dapat
menuliskan translasi ini sebagai berikut
Dengan prinsip yang sama, jika titik P(x, y)
ditranslasikan dengan
maka diperoleh
bayangannya
. Secara
matematis, ditulis sebagai berikut.
Sekarang, translasikan lagi bayangan yang telah kalian peroleh dengan
Didapat,
Perhatikan bahwa
Ini berarti
diperoleh dengan
mentranslasikan
dengan
Translasi T ini
merupakan translasi T1 dilanjutkan dengan T2, yang ditulis sebagai

Oleh karena
dan
maka 
Akibatnya, titik
ditranslasikan dengan T1
dilanjutkan dengan translasi T2 menghasilkan bayangan
sebagai berikut
Sifat:
·
Dua buah translasi berturut-turut
diteruskan dengan
dapat digantikan dengan translasi tunggal 



·
Pada suatu translasi setiap bangunnya tidak berubah.
Contoh:
1. Translasi
memetakan titik A(1,2) ke titik A'(4,6)
a. Tentukan translasi tersebut !
b. Tentukanlah bayangan
segitiga ABC dengan titik sudut A(1, 2), B(3, 4), dan C(-5, 6) oleh translasi tersebut.
c. Jika segitiga yang
kalian peroleh pada jawaban b ditranslasikan lagi dengan
Tentukan bayangannya!
d. Translasikan segitiga ABC dengan translasi T2 ◦T1. Samakah jawabannya dengan jawaban c?
Jawaban
a. 
Diperoleh
1+p = 4 sehingga p = 3
2+q
= 6 sehingga q = 4
Jadi translasi tersebut
adalah 
b. translasi
artinya artinya memindahkan
suatu titik 3 satuan ke kanan dan 4 satuan ke atas. Dengan mentranslasikan
titiktitik A', B', dan C' dari segitiga ABC dengan translasi T1, kalian memperoleh
segitiga A'B'C' sebagai berikut

Jadi bayangan segitiga
ABC adalah segitiga A'B'C' dengan titik A'(4,6), B'(6,8), dan C'(-2,10)
c. 

Jadi bayangan segitiga A'B'C' adalah segitiga A''B''C'' dengan titik A''(3,5),
B''(5,7) dan C''(-3,9)
d.
translasi titik 
Jadi bayangan segitiga ABC adalah segitiga A'B'C' dengan titik A'(3,5),
B'(5,7) dan C'(-3,9) Perhatikan
bahwa segitiga yang kalian peroleh pada jawaban c sama dengan segitiga yang kalian peroleh pada jawaban d.
2. Tentukan bayangan lingkaran (x-3)2 + (y+1)2 = 4 jika
ditranslasikan
!
Jawab
Ambil sembarang titik P(a,b) pada lingkaran (x-3)2
+ (y+1)2 = 4 sehingga diperoleh (a-3)2 + (b+1)2 = 4
Translasikan titik P dengan
sehingga diperoleh 
Jadi titik P'(a-5,
b+2)
Perhatikan bahwa: a'= a - 5. Dari
persamaan (*), didapat a = a'+ 5.
b'= b + 2. Dari
persamaan (*), didapat b =
b' - 2.
Dengan mensubstitusi
nilai a dan
b ini ke persamaan (*), akan
Diperoleh (a'+ 5-3)2 + (b' - 2+1)2 = 4
(a'+ 2)2
+ (b' - 1)2
= 4
Jadi bayangan dari (a'+ 5-3)2
+ (b' - 2+1)2
= 4 jika ditranslasikan
dengan
adalah (a'+ 2)2 + (b' - 1)2 = 4
- REFLEKSI
Kalian pasti sering bercermin. Ketika bercermin, amatilah diri dan bayangan
kalian. Apakah memiliki bentuk dan ukuran yang sama? Amati pula jarak diri
kalian ke cermin. Samakah dengan jarak bayangan kalian ke cermin? Dengan
bercermin dan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, kalian akan menemukan
beberapa sifat pencerminan.

Dari gambar tersebut, kalian dapat mengatakan bahwa:
• Lingkaran Q kongruen dengan bayangannya, yaitu lingkaran Q’
• Jarak setiap titik pada lingkaran Q ke cermin sama dengan jarak
setiap titik bayangannya ke cermin, yaitu QA = Q’A dan PB =
P’ B.
• Sudut yang dibentuk oleh cermin dengan garis yang menghubungkan setiap
titik ke bayangannya adalah sudut siku-siku.
Sifat-sifat tersebut merupakan sifat-sifat refleksi.
Matriks yang bersesuaian dengan tranformasi
geometri
|
Refleksi
|
Rumus
|
Matriks
|
|
Refleksi terhadap sumbu-x
|
|
|
|
Refleksi terhadap sumbu-y
|
|
|
|
Refleksi terhadap garis y=x
|
|
|
|
Refleksi terhadap garis y=-x
|
|
|
|
Refleksi terhadap garis x=k
|
|
|
|
Refleksi terhadap garis y=k
|
|
|
|
Refleksi terhadap titik (p,q)
|
Sama dengan rotasi pusat (p,q) sejauh 180˚
|
|
|
Refleksi terhadap titik pusat (0,0)
|
|
|
|
Refleksi terhadap garis y=mx,m=tan α
|
![]() |
|
|
Refleksi terhadap garis y=x+k
|
![]() |
|
|
Refleksi terhadap garis y=-x+k
|
![]() |
|
SIFAT-SIFAT
a. Dua refleksi berturut-turut
terhadap sebuah garis merupakan suatu identitas, artinya yang
direfleksikan tidak berpindah.
b. Pengerjaan dua refleksi
terhadap dua sumbu yang sejajar, menghasilkan translasi
(pergeseran) dengan sifat:
§ Jarak bangun asli dengan
bangun hasil sama dengan dua kali jarak kedua sumbu pencerminan.
§
Arah translasi tegak lurus pada kedua sumbu sejajar, dari sumbu
pertama ke sumbu kedua. Refleksi terhadap dua
sumbu sejajar bersifat tidak komutatip.
c.
Pengerjaaan dua
refleksi terhadap dua sumbu yang saling tegak lurus, menghasilkaan rotasi
(pemutaran) setengah lingkaran terhadap titik potong dari kedua sumbu
pencerminan. Refleksi terhadap dua sumbu yang saling tegak lures bersifat
komutatif.
d. Pengerjaan dua refleksi
berurutan terhadap dua sumbu yang berpotongan akan menghasilkan rotasi
(perputaran) yang bersifat:
§ Titik potong kedua sumbu
pencerminan merupakan pusat perputaran.
§ Besar sudut perputaran sama
dengan dua kali sudut antara kedua sumbu pencerminan.
§ Arah perputaran sama dengan
arah dari sumbu pertama ke sumbu kedua.
- ROTASI
|
Rotasi
|
Rumus
|
Matriks
|
|
Rotasi
dengan pusat (0,0) dan sudut putar α
|
![]() |
|
|
Rotasi
dengan pusat P(a,b) dan sudut putar
α
|
![]() |
|
Keterangan
α +
: arah putaran berlawanan putaran jarum jam
α -
: arah putaran searah putaran jarum jam
SIFAT-SIFAT
Dua rotasi bertumt-turut
mempakan rotasi lagi dengan sudut putar dsama dengan jumlah kedua sudut putar semula.Pada suatu rotasi, setiap bangun
tidak berubah bentuknya.
Catatan:
Pada transformasi pergeseran (translasi), pencerminan (refleksi) dan perputaran (rotasi), tampak bahwa bentuk bayangan sama dan sebangun (kongruen) dengan bentuk aslinya. Transformasi jenis ini disebut transformasi isometri.
Catatan:
Pada transformasi pergeseran (translasi), pencerminan (refleksi) dan perputaran (rotasi), tampak bahwa bentuk bayangan sama dan sebangun (kongruen) dengan bentuk aslinya. Transformasi jenis ini disebut transformasi isometri.
- DILATASI
Aini dan teman-temannya berkunjung ke IPTN. Di
sana, mereka mengamati miniatur sebuah pesawat terbang. Miniatur pesawat
terbang ini mempunyai bentuk yang sama dengan pesawat terbang sesungguhnya, tetapi
ukurannya lebih kecil. Bentuk seperti miniatur pesawat terbang ini telah
mengalami dilatasi diperkecil dari pesawat terbang sesungguhnya. Selain
dilatasi diperkecil, terdapat pula dilatasi diperbesar, misalnya pencetakan
foto yang diperbesar dari klisenya. Faktor yang menyebabkan diperbesar atau
diperkecilnya suatu bangun ini disebut faktor dilatasi. Faktor dilatasi ini
dinotasikan dengan huruf kecil, misalnya k.
• Jika k > 1 atau k < -1, maka hasil dilatasinya diperbesar
• Jika -1 < k <
1, maka hasil dilatasinya diperkecil
• Jika k =
±
1, maka hasil dilatasinya tidak
mengalami perubahan
|
Dilatasi
|
Rumus
|
Matriks
|
|
Dilatasi dengan pusat (0,0) dan faktor dilatasi
k
|
|
|
|
Dilatasi dengan pusat P(a,b) dan faktor dilatasi k
|
![]() |
|
- KOMPOSISI TRANSFORMASI DENGAN MARIKS
Matriks yang bersesuaian dengan transformasi geometri
|
Transformasi
|
Rumus
|
Matriks
|
|
Identitas
|
|
|
|
Translasi
|
|
|
|
Refleksi terhadap sumbu-x
|
|
|
|
Refleksi terhadap sumbu-y
|
|
|
|
Refleksi terhadap garis y=x
|
|
|
|
Refleksi terhadap garis y=-x
|
|
|
|
Refleksi terhadap garis x=k
|
|
|
|
Refleksi terhadap garis y=k
|
|
|
|
Refleksi terhadap titik (p,q)
|
Sama dengan rotasi pusat (p,q) sejauh 180˚
|
|
|
Refleksi terhadap titik pusat (0,0)
|
|
|
|
Refleksi terhadap garis y=mx,m=tan α
|
![]() |
|
|
Refleksi terhadap garis y=x+k
|
![]() |
|
|
Refleksi terhadap garis y=-x+k
|
![]() |
|
|
Rotasi
dengan pusat (0,0) dan sudut putar α
|
![]() |
|
|
Rotasi
dengan pusat P(a,b) dan sudut putar
α
|
![]() |
|
|
Dilatasi dengan pusat (0,0) dan factor dilatasi
k
|
|
|
|
Dilatasi dengan pusat P(a,b) dan faktor dilatasi k
|
![]() |
|
Komposisi transformasi
- komposisi dua translasi berurutan
Diketahui dua translasi
dan
. Jika translasi
dilanjutkan translasi
maka dinotasikan ”
” dan translasi tunggalnya adalah T=T1+T2=T2+T1(sifat
komutatif).
- komposisi dua refleksi berurutan
a.
refleksi berurutan terhadap dua sumbu
sejajar
Jika titik A(x,y)
direfleksikan terhadap garis x=a dilanjutkan terhadap garis x=b. Maka bayangan
akhir A adalah
yaitu:
x'=2(b-a)+x
y'=y
Jika titik A(x,y) direfleksikan terhadap garis y=a dilanjutkan terhadap
garis y=b. Maka bayangan akhir A adalah
yaitu:
x'=x
y'=2(b-a)+y
b.
refleksi terhadap dua sumbu saling tegak
lurus
Jika titik A(x,y)
direfleksikan terhadap garis x=a dilanjutkan terhadap garis y=b (dua sumbu yang
saling tegak lurus) maka bayangan akhir A adalah
sama dengan rotasi titik A(x,y) dengan pusat
titik potong dua sumbu (garis) dan sudut putar 180˚
c.
refleksi terhadap dua sumbu yang saling
berpotongan
Jika titik A(x,y) direleksikan
terhadap garis g dilanjutkan terhadap garis h, maka bayangan akhirnya adalah
dengan pusat perpotongan garis g dan h dan
sudut putar 2α(α sudut antara garis g dan h) serta arah putaran dari garis g ke
h.
Catatan 

d.
sifat komposisi refleksi
Komposisi refleksi (refleksi
berurutan) pada umumnya tidak komutatif kecuali komposisi refleksi terhadap sumbu
x dilanjutkan terhadap sumbu y (dua sumbu yang saling tegak lurus).
- rotasi berurutan yang sepusat
- Diketahui
rotasi R1(P(a,b),α) dan R2(P(a,b),β), maka
transformasi tunggal dari komposisi transformasi rotasi R1
dilanjutkan R2 adalah rotasi R(P(a,b),α+β)
- Rotasi R1
dilanjutkan R2 sama dengan rotasi R2 dilanjutkan
R1
- komposisi transformasi
Diketahui transformasi
maka transformasi
tunggal dari transformasi:
- T1
dilanjutkan T2 (T2 ◦ T1)
adalah T=T2 . T1
- T2
dilanjutkan T1 (T1 ◦ T2)
adalah T=T1 . T2
Catatan T1 . T2 = T2
. T1
- bayangan suatu kurva/bangun oleh dua
transformasi atau lebih
Contoh: Tentukan bayangan garis -4x+y=5
oleh pencerminan terhadap garis y=x dilanjutkan translasi
!
Jawab: misal titik P(x,y) pada garis
-4x+y=5
P(x,y)
dicerminkan terhadap garis y=x, bayangannya P'(y,x)
P'(y,x)
ditranslasi
. Bayangannya P''(y+3, x+2)=P''(x'',y'')
Jadi x''
= y +3 → y = x''-3
y''
= x +2 → x = y'' -2
persamaan
-4x+y=5 → -4(y'' -2) + (x'' - 3) = 5
-4y'' + 8 + x''
– 3 = 5
x''
- 4y''= 0
jadi
bayangan akhirnya adalah x - 4y= 0
- luas bangun hasil tranformasi
Jika suatu bangun (segitiga, lingkaran,
dan lain-lain) ditransformasikan maka:
- Luas
bangun bayangan tetap untuk transformasi : translasi, refleksi, dan
rotasi.
- Luas
bangun bayangan berubah untuk transformasi dilatasi, yaitu jika luas bangun
mula-mula L setelah didilatasi oleh [P(a,b),k], maka luas bangun
bayangannya adalah L'=k2 +L
SOAL TRANSFORMASI
GEOMETRI (1)
1.
Tentukan bayangan titik A(-2,8) oleh
a)
Translasi 
b)
Refleksi terhadap garis
x = -6
c)
Refleksi terhadap garis
y = x
d)
Refleksi terhadap garis
y = 4
e)
Refleksi terhadap garis
y = -x
2.
Diketahui garis k : 2x + 3y = 2
Tentukan persamaan bayangan garis k oleh :
a)
Translasi 
b)
Refleksi terhadap garis y = -4
c)
Refleksi terhadap garis x + y = 0
Subscribe to:
Comments (Atom)










