"MELAYANI DENGAN SETULUS HATI"

Irwan

Irwan
Bismillah

Monday, 27 October 2014

Silsilah Keluarga Muhammad Desa Nalo Gedang

Muhammad lahir di desa Nalo Gedang kecamatan Nalo Tantan kabupaten Merangin Provinsi Jambi
Tepatnya pada tanggal 12 Juni 1969 atau 26 Rabiul Awal 1389 M. Muhammad dari kecil tinggal dengan Orangtuanya yaitu Ali Sama'i dan Siti Zainab. Ia menempuh jenjang pendidikan Sekolah Dasar di SD 09/VI Nalo Gedang (SD Dusun Lama Desa Nalo Gedang) dan sampai akhirnya lulus dan melanjutkan ke jenjang menengah. namun Ia tak bisa menyelesaikan pendidikankan menengahnya dikarenakan paktor ekonomi dan tempat menyadap ilmupun jauh dari orang tua.Selepas masa kanak-kanaknya dan memasuki jenjang dewasa. Muhammad pun memutuskan untuk merantau dan melalang buana sampai akhirnya ke Ibukota Indonesia (JAKARTA). sepulangnya dari merantau Ia mempersunting anak dari Pak Ismail yaitu Rusinah pada tahun 1989. Rusinah sendiri adalah seorang wanita dari lima sodara.
Rusinah Lahir pada tanggal 10 November 1970. lahir dari keluarga yang sederhana yaitu dari pasangan Ismail dan Zainab.
Setelah setahun menikah, muhammad dan rusinah dikaruniani seorang putra yang bernama Mukhlis Irwan Soni yang lahir pada tanggal 19 November 1990, tujuh tahun kemudian pasangan tersebut di karuniani lagi seorang putra yang bernama Yuda Farmadi dan pada delapan tahun kemudian di karuniani lagi seorang putra yang bernama Surya Muhari.


Sunday, 26 October 2014

Upaya Meningkatkan Pemahaman konsep Matematis Dengan Strategi Pembelajaran Index Card Math Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 25 Merangin Tahun Pelajaran 2012-2013


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Matematika merupakan ilmu dasar yang mempunyai peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Banyak siswa disekolah memandang matematika sebagai bidang study yang sulit. Padahal matematika merupakan mata pelajaran yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan salah satu mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional. Ini berarti matematika merupakan sarana berpikir logis untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu matematika perlu diajarkan pada setiap jenjang pendidikan disekolah.
Kronologi proses pembelajaran yang ditawarkan dari kurikulum sebenarnya memang dimulai dari bagaimana guru diharapkan mampu memberikan motivasi kepada para siswa yang salah satunya adalah dengan memberikan penjelasan tentang manfaat dari materi yang akan mereka pelajari. Penekanan motivasi ini dirasa sangat kurang dalam pembelajaran, bahkan terasa hanya sebagai syarat cukup dalam proses pembelajaran. Maka dari itu para siswa diharapkan bisa menggali ilmu yang dipelajarinya di sekolah untuk bisa diterapkan di kehidupan masyarakat sekitarnya ataupun sebaliknya sebelum siswa tersebut terjun di masyarakat, hendaknya bisa dibekali berbagai teori matematika yang aplikasinya banyak muncul di dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini guru diharapkan akan mengutamakan kepentingan siswa, karena pada dasarnya ilmu yang dipelajari oleh para siswa di sekolah akan diterapkan di masyarakat dan untuk mencapai hal tersebut maka salah satu kompetensi yang paling mendasar yang harus dimiliki oleh para siswa adalah kompetensi pemahaman konsep matematis.
Berdasarkan observasi yang dilakukan pada tanggal 1 sampai dengan tanggal 6 Oktober 2013, peneliti menemukan permasalahan tersebut di SMP Negeri 25 Merangin. Suatu sekolah yang mempunyai 3 kelas yaitu kelas VII, VIII, dan Kelas IX yang masing-masing kelas terdiri dari 18 sampai dengan 25 siswa. SMP Negeri 25 Merangin mempunyai satu orang guru matematika yang masih dalam tahap pencapaian sarjana pendidikan. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika, bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VII masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata siswa yaitu 57,12 pada semester ganjil yang masih dibawah KKM sekolah yaitu 60. Sedangkan metode pembelajaran yang digunakan di SMP Negeri 25 Merangin adalah pembelajaran berpusat pada guru (teacher oriented). Siswa masih kurang  mampu memahami materi dalam kegiatan pembelajaran karena selama pembelajaran guru banyak memberikan ceramah tentang materi. Sehingga siswa biasanya hanya mendengar dan mencatat, siswa jarang diajak untuk memahami materi tersebut yang berkaitan dengan kehidupan siswa. Serta diskusi antar kelompok jarang dilakukan sehingga interaksi dan komunikasi antara siswa dengan siswa lainnya maupun dengan guru masih belum terjalin selama proses pembelajaran.
Berdasarkan wawancara dengan guru matematika kelas VII SMP Negeri 25 Merangin, sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal Geometri. Kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal geometri karena pada materi geometri penuh dengan teori pengukuran. Akibatnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada konsep geometri belum maksimal.
Sedangkan dalam Depdiknas (2004) dijelaskan bahwa indikator-indikator kemampuan pemahaman konsep matematis siswa terhadap suatu konsep meliputi beberapa hal yaitu :
1.      Kemampuan menyebutkan kembali konsep yang diperoleh dengan bahasanya sendiri.
2.      Kemampuan mengklasifikasikan objek-objek menurut sifat-sifat tertentu (sesuai dengan konsepnya).
3.      Kemampuan menggunakan, memanfaatkan, dan memilih prosedur atau operasi tertentu dari suatu konsep secara algoritma serta mengaplikasikannya dalam pemecahan masalah.
4.      Kemampuan memberikan contoh dan non contoh dari suatu konsep.
5.      Kemampuan menterjemahkan suatu permasalahan ke dalam bahasa matematis.
6.      Kemampuan mengaitkan suatu konsep matematika baik dengan konsep matematika lagi maupun dengan konsep di luar matematika.
7.      Kemampuan mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep.

Berdasarkan masalah tersebut, maka perlu dilakukan perbaikan pembelajaran pada siswa kelas VII. Hal ini diharapkan bisa membantu siswa untuk lebih meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematisnya pada konsep geometri serta mampu menyelesaikan soal geometri. Untuk itu, diperlukan suatu strategi pembelajaran yang efektif dengan materi dan karakteristik siswa kelas VII SMP Negeri 25 Merangin. Stategi tersebut adalah strategi pembelajaran index card math, suatu strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa yang jelas sangat berbeda dengan model pembelajaran secara langsung, dan ceramah yang berpusat pada guru. Hal tersebut dijelas oleh Hamruni (2012:162) bahwa strategi ini adalah cara menyenangkan lagi aktif untuk meninjau ulang pembelajaran. Stategi ini memberikan kesempatan pada peserta didik untuk berpasangan dan memainkan kuis kepada siswa sekelas. Melalui penerapan strategi pembelajaran index card math diharapkan dapat meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa pada konsep geometri dikelas VII.
Atas dasar permasalahan yang telah diuraikan diatas, peneliti melaksanakan penelitian dengan judul “Upaya Meningkatkan Pemahaman konsep Matematis Dengan Strategi Pembelajaran Index Card Math Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 25 Merangin Tahun Pelajaran 2012-2013”.
B.       Identifikasi Masalah
Permasalahan pada penelitian ini dapat diidentifikasi sebagai berikut:
1.      Dalam proses pembelajaran pada materi geometri sebagian besar siswa kelas VII SMP Negeri 25 Merangin mengalami kesulitan dalam pemahaman konsep dan soal geometri. Akibatnya pemahaman konsep matematis siswa masih rendah dilihat dari hasil rata-rata semester ganjil siswa.
2.      Dalam pembelajaran siswa kurang memahami materi pembelajaran, yang disebabkan proses pembelajaran yang berpusat pada guru.
3.      Interaksi dan komunikasi antara siswa dengan siswa lainnya maupun dengan guru belum terjalin selama proses pembelajaran karena diskusi kelompok jarang dilakukan.
C.    Pembatasan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, untuk memudahkan penelitian selanjutnya maka permasalahan difokuskan pada masalah utama yakni meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa dengan strategi pembelajaran index card math, pada konsep geometri dengan standar kompetensi memahami hubungan garis dengan garis, garis dengan sudut, sudut dengan sudut, serta menentukan ukurannya. di kelas VII SMP Negeri 25 Merangin Tahun Pelajaran 2012-2013.
D.   Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah strategi pembelajaran index card math dapat meningkatkan pemahaman konsep matematis pada siswa kelas VII SMP Negeri 25 Merangin tahun pelajaran 2012-2013?
E.     Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman konsep matematis pada siswa kelas VII SMP Negeri 25 Merangin tahun pelajaran 2012-2013.
F.        Manfaat Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yaitu :
1.        Bagi Guru
Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan model pembelajaran dengan tujuan agar dapat meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa.
2.        Bagi Siswa
Sebagai wahana baru dalam proses meningkatkan pemahaman konsep matematis dalam pembelajaran matematika.
3.        Bagi Peneliti
Sebagai pengembangan pengetahuan tentang penelitian dalam pembelajaran matematika.

Unduh Selengkapnya: BAB I-5

Upaya Meningkatkan Pemahaman konsep Matematis Dengan Strategi Pembelajaran Index Card Math Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 25 Merangin Tahun Pelajaran 2012-2013


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Matematika merupakan ilmu dasar yang mempunyai peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Banyak siswa disekolah memandang matematika sebagai bidang study yang sulit. Padahal matematika merupakan mata pelajaran yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan salah satu mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional. Ini berarti matematika merupakan sarana berpikir logis untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu matematika perlu diajarkan pada setiap jenjang pendidikan disekolah.
Kronologi proses pembelajaran yang ditawarkan dari kurikulum sebenarnya memang dimulai dari bagaimana guru diharapkan mampu memberikan motivasi kepada para siswa yang salah satunya adalah dengan memberikan penjelasan tentang manfaat dari materi yang akan mereka pelajari. Penekanan motivasi ini dirasa sangat kurang dalam pembelajaran, bahkan terasa hanya sebagai syarat cukup dalam proses pembelajaran. Maka dari itu para siswa diharapkan bisa menggali ilmu yang dipelajarinya di sekolah untuk bisa diterapkan di kehidupan masyarakat sekitarnya ataupun sebaliknya sebelum siswa tersebut terjun di masyarakat, hendaknya bisa dibekali berbagai teori matematika yang aplikasinya banyak muncul di dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini guru diharapkan akan mengutamakan kepentingan siswa, karena pada dasarnya ilmu yang dipelajari oleh para siswa di sekolah akan diterapkan di masyarakat dan untuk mencapai hal tersebut maka salah satu kompetensi yang paling mendasar yang harus dimiliki oleh para siswa adalah kompetensi pemahaman konsep matematis.
Berdasarkan observasi yang dilakukan pada tanggal 1 sampai dengan tanggal 6 Oktober 2013, peneliti menemukan permasalahan tersebut di SMP Negeri 25 Merangin. Suatu sekolah yang mempunyai 3 kelas yaitu kelas VII, VIII, dan Kelas IX yang masing-masing kelas terdiri dari 18 sampai dengan 25 siswa. SMP Negeri 25 Merangin mempunyai satu orang guru matematika yang masih dalam tahap pencapaian sarjana pendidikan. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika, bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VII masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata siswa yaitu 57,12 pada semester ganjil yang masih dibawah KKM sekolah yaitu 60. Sedangkan metode pembelajaran yang digunakan di SMP Negeri 25 Merangin adalah pembelajaran berpusat pada guru (teacher oriented). Siswa masih kurang  mampu memahami materi dalam kegiatan pembelajaran karena selama pembelajaran guru banyak memberikan ceramah tentang materi. Sehingga siswa biasanya hanya mendengar dan mencatat, siswa jarang diajak untuk memahami materi tersebut yang berkaitan dengan kehidupan siswa. Serta diskusi antar kelompok jarang dilakukan sehingga interaksi dan komunikasi antara siswa dengan siswa lainnya maupun dengan guru masih belum terjalin selama proses pembelajaran.
Berdasarkan wawancara dengan guru matematika kelas VII SMP Negeri 25 Merangin, sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal Geometri. Kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal geometri karena pada materi geometri penuh dengan teori pengukuran. Akibatnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada konsep geometri belum maksimal.
Sedangkan dalam Depdiknas (2004) dijelaskan bahwa indikator-indikator kemampuan pemahaman konsep matematis siswa terhadap suatu konsep meliputi beberapa hal yaitu :
1.      Kemampuan menyebutkan kembali konsep yang diperoleh dengan bahasanya sendiri.
2.      Kemampuan mengklasifikasikan objek-objek menurut sifat-sifat tertentu (sesuai dengan konsepnya).
3.      Kemampuan menggunakan, memanfaatkan, dan memilih prosedur atau operasi tertentu dari suatu konsep secara algoritma serta mengaplikasikannya dalam pemecahan masalah.
4.      Kemampuan memberikan contoh dan non contoh dari suatu konsep.
5.      Kemampuan menterjemahkan suatu permasalahan ke dalam bahasa matematis.
6.      Kemampuan mengaitkan suatu konsep matematika baik dengan konsep matematika lagi maupun dengan konsep di luar matematika.
7.      Kemampuan mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep.

Berdasarkan masalah tersebut, maka perlu dilakukan perbaikan pembelajaran pada siswa kelas VII. Hal ini diharapkan bisa membantu siswa untuk lebih meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematisnya pada konsep geometri serta mampu menyelesaikan soal geometri. Untuk itu, diperlukan suatu strategi pembelajaran yang efektif dengan materi dan karakteristik siswa kelas VII SMP Negeri 25 Merangin. Stategi tersebut adalah strategi pembelajaran index card math, suatu strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa yang jelas sangat berbeda dengan model pembelajaran secara langsung, dan ceramah yang berpusat pada guru. Hal tersebut dijelas oleh Hamruni (2012:162) bahwa strategi ini adalah cara menyenangkan lagi aktif untuk meninjau ulang pembelajaran. Stategi ini memberikan kesempatan pada peserta didik untuk berpasangan dan memainkan kuis kepada siswa sekelas. Melalui penerapan strategi pembelajaran index card math diharapkan dapat meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa pada konsep geometri dikelas VII.
Atas dasar permasalahan yang telah diuraikan diatas, peneliti melaksanakan penelitian dengan judul “Upaya Meningkatkan Pemahaman konsep Matematis Dengan Strategi Pembelajaran Index Card Math Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 25 Merangin Tahun Pelajaran 2012-2013”.
B.       Identifikasi Masalah
Permasalahan pada penelitian ini dapat diidentifikasi sebagai berikut:
1.      Dalam proses pembelajaran pada materi geometri sebagian besar siswa kelas VII SMP Negeri 25 Merangin mengalami kesulitan dalam pemahaman konsep dan soal geometri. Akibatnya pemahaman konsep matematis siswa masih rendah dilihat dari hasil rata-rata semester ganjil siswa.
2.      Dalam pembelajaran siswa kurang memahami materi pembelajaran, yang disebabkan proses pembelajaran yang berpusat pada guru.
3.      Interaksi dan komunikasi antara siswa dengan siswa lainnya maupun dengan guru belum terjalin selama proses pembelajaran karena diskusi kelompok jarang dilakukan.
C.    Pembatasan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, untuk memudahkan penelitian selanjutnya maka permasalahan difokuskan pada masalah utama yakni meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa dengan strategi pembelajaran index card math, pada konsep geometri dengan standar kompetensi memahami hubungan garis dengan garis, garis dengan sudut, sudut dengan sudut, serta menentukan ukurannya. di kelas VII SMP Negeri 25 Merangin Tahun Pelajaran 2012-2013.
D.   Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah strategi pembelajaran index card math dapat meningkatkan pemahaman konsep matematis pada siswa kelas VII SMP Negeri 25 Merangin tahun pelajaran 2012-2013?
E.     Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman konsep matematis pada siswa kelas VII SMP Negeri 25 Merangin tahun pelajaran 2012-2013.
F.        Manfaat Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yaitu :
1.        Bagi Guru
Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan model pembelajaran dengan tujuan agar dapat meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa.
2.        Bagi Siswa
Sebagai wahana baru dalam proses meningkatkan pemahaman konsep matematis dalam pembelajaran matematika.
3.        Bagi Peneliti
Sebagai pengembangan pengetahuan tentang penelitian dalam pembelajaran matematika.

Unduh Selengkapnya: BAB I-5

Thursday, 16 October 2014

U & I

U & I dalam bahasa inggrisnya You and I. Tpi dalam artian dalam bahasa Indonesianya Kamu dan Aku.

Kamu nya adalah Anifah Fitriayani
&
Aku nya adalah Mukhlis Irwan Soni

Kita Mungkin banyak perbedaan dibandingkan dengan kesamaan.
kamu tahu gak perbedaan itulah yang membuat aku salu menaruh hati padamu
tingkah lakumu yang simple, cuex's dan kadang begitu pedulinya kamu dengan aku.
mungkin kata pepatah itu benar bahwa warna-warni kehidupan itu penting, agar kita tak selalu kaku dengan satu masalah yang ada.

kamu gak begitu ayu, kamu juga gak begitu jlek's. 
tapi menurutku itu gak jadi masalah. aku hanya menganggap itu semua adalah ciptaan yang maha kuasa agar kita tahu apa perwujudan kita sebenarnya.

kamu tahu gak walaupun keadaanmu gitu. tapi aku salu nerima kamu apa adanya.
ya walaupun mencintaimu terkadang harus menderita, namun lebih terkadangnya lagi mencintaimu itu penuh kebahagiaan.

akupun gak tahu lagi caranya ngungkapin cinta dan sayangku ke kamu.
karna seutuhnya aku adalah untukmu.

untuk kamu, jaga yaa hatinya buatku.

U & I

Ani & Soni.




I Love You Anifah Fitriyani