BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Matematika
merupakan ilmu dasar yang mempunyai peranan penting dalam perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Banyak siswa disekolah memandang matematika sebagai
bidang study yang sulit. Padahal matematika merupakan mata pelajaran yang
sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan salah satu mata pelajaran
yang diujikan dalam Ujian Nasional. Ini berarti matematika merupakan sarana
berpikir logis untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu
matematika perlu diajarkan pada setiap jenjang pendidikan disekolah.
Kronologi proses pembelajaran yang
ditawarkan dari kurikulum sebenarnya memang dimulai dari bagaimana guru
diharapkan mampu memberikan motivasi kepada para siswa yang salah satunya
adalah dengan memberikan penjelasan tentang manfaat dari materi yang akan
mereka pelajari. Penekanan motivasi ini dirasa sangat kurang dalam
pembelajaran, bahkan terasa hanya sebagai syarat cukup dalam proses
pembelajaran. Maka dari itu para siswa diharapkan bisa menggali ilmu yang
dipelajarinya di sekolah untuk bisa diterapkan di kehidupan masyarakat
sekitarnya ataupun sebaliknya sebelum siswa tersebut terjun di masyarakat,
hendaknya bisa dibekali berbagai teori matematika yang aplikasinya banyak muncul
di dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini guru diharapkan akan mengutamakan
kepentingan siswa, karena pada dasarnya ilmu yang dipelajari oleh para siswa di
sekolah akan diterapkan di masyarakat dan untuk mencapai hal tersebut maka
salah satu kompetensi yang paling mendasar yang harus dimiliki oleh para siswa
adalah kompetensi pemahaman konsep matematis.
Berdasarkan
observasi yang dilakukan pada tanggal 1 sampai dengan tanggal 6 Oktober 2013,
peneliti menemukan permasalahan tersebut di SMP Negeri 25 Merangin. Suatu
sekolah yang mempunyai 3 kelas yaitu kelas VII, VIII, dan Kelas IX yang masing-masing
kelas terdiri dari 18 sampai dengan 25 siswa. SMP Negeri 25 Merangin mempunyai
satu orang guru matematika yang masih dalam tahap pencapaian sarjana pendidikan.
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika, bahwa kemampuan pemahaman
konsep matematis siswa kelas VII masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari nilai
rata-rata siswa yaitu 57,12 pada semester ganjil yang masih dibawah KKM sekolah
yaitu 60. Sedangkan metode pembelajaran yang digunakan di SMP Negeri 25
Merangin adalah pembelajaran berpusat pada guru (teacher oriented). Siswa masih kurang mampu memahami materi dalam kegiatan
pembelajaran karena selama pembelajaran guru banyak memberikan ceramah tentang
materi. Sehingga siswa biasanya hanya mendengar dan mencatat, siswa jarang
diajak untuk memahami materi tersebut yang berkaitan dengan kehidupan siswa.
Serta diskusi antar kelompok jarang dilakukan sehingga interaksi dan komunikasi
antara siswa dengan siswa lainnya maupun dengan guru masih belum terjalin
selama proses pembelajaran.
Berdasarkan
wawancara dengan guru matematika kelas VII SMP Negeri 25 Merangin, sebagian
besar siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal Geometri. Kesulitan
siswa dalam menyelesaikan soal geometri karena pada materi geometri penuh
dengan teori pengukuran. Akibatnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa
pada konsep geometri belum maksimal.
Sedangkan
dalam Depdiknas (2004) dijelaskan bahwa indikator-indikator kemampuan pemahaman
konsep matematis siswa terhadap suatu konsep meliputi beberapa hal yaitu :
1.
Kemampuan
menyebutkan kembali konsep yang diperoleh dengan bahasanya sendiri.
2.
Kemampuan
mengklasifikasikan objek-objek menurut sifat-sifat tertentu (sesuai dengan
konsepnya).
3.
Kemampuan
menggunakan, memanfaatkan, dan memilih prosedur atau operasi tertentu dari
suatu konsep secara algoritma serta mengaplikasikannya dalam pemecahan masalah.
4.
Kemampuan
memberikan contoh dan non contoh dari suatu konsep.
5.
Kemampuan
menterjemahkan suatu permasalahan ke dalam bahasa matematis.
6.
Kemampuan
mengaitkan suatu konsep matematika baik dengan konsep matematika lagi maupun
dengan konsep di luar matematika.
7. Kemampuan mengembangkan syarat perlu atau
syarat cukup dari suatu konsep.
Berdasarkan
masalah tersebut, maka perlu dilakukan perbaikan pembelajaran pada siswa kelas
VII. Hal ini diharapkan bisa membantu siswa untuk lebih meningkatkan kemampuan pemahaman
konsep matematisnya pada konsep geometri serta mampu menyelesaikan soal geometri.
Untuk itu, diperlukan suatu strategi pembelajaran yang efektif dengan materi
dan karakteristik siswa kelas VII SMP Negeri 25 Merangin. Stategi tersebut
adalah strategi pembelajaran index card
math, suatu strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa yang jelas
sangat berbeda dengan model pembelajaran secara langsung, dan ceramah yang
berpusat pada guru. Hal tersebut dijelas oleh Hamruni (2012:162) bahwa strategi
ini adalah cara menyenangkan lagi aktif untuk meninjau ulang pembelajaran.
Stategi ini memberikan kesempatan pada peserta didik untuk berpasangan dan
memainkan kuis kepada siswa sekelas. Melalui penerapan strategi pembelajaran index card math diharapkan dapat
meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa pada konsep geometri dikelas VII.
Atas
dasar permasalahan yang telah diuraikan diatas, peneliti melaksanakan
penelitian dengan judul “Upaya Meningkatkan Pemahaman konsep Matematis Dengan Strategi
Pembelajaran Index Card Math Pada Siswa
Kelas VII SMP Negeri 25 Merangin Tahun Pelajaran 2012-2013”.
B.
Identifikasi
Masalah
Permasalahan
pada penelitian ini dapat diidentifikasi sebagai berikut:
1. Dalam
proses pembelajaran pada materi geometri sebagian besar siswa kelas VII SMP
Negeri 25 Merangin mengalami kesulitan dalam pemahaman konsep dan soal geometri.
Akibatnya pemahaman konsep matematis siswa masih rendah dilihat dari hasil
rata-rata semester ganjil siswa.
2. Dalam
pembelajaran siswa kurang memahami materi pembelajaran, yang disebabkan proses
pembelajaran yang berpusat pada guru.
3. Interaksi
dan komunikasi antara siswa dengan siswa lainnya maupun dengan guru belum
terjalin selama proses pembelajaran karena diskusi kelompok jarang dilakukan.
C.
Pembatasan
Masalah
Berdasarkan latar belakang dan
identifikasi masalah di atas, untuk memudahkan penelitian selanjutnya maka
permasalahan difokuskan pada masalah utama yakni meningkatkan pemahaman konsep
matematis siswa dengan strategi pembelajaran index card math, pada konsep geometri dengan standar kompetensi memahami hubungan garis dengan garis,
garis dengan sudut, sudut dengan sudut, serta menentukan ukurannya. di kelas VII SMP Negeri
25 Merangin Tahun Pelajaran 2012-2013.
D.
Rumusan
Masalah
Rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah strategi pembelajaran index card math dapat meningkatkan pemahaman
konsep matematis pada siswa kelas VII SMP Negeri 25 Merangin tahun pelajaran
2012-2013?
E.
Tujuan
Penelitian
Berdasarkan
rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman
konsep matematis pada siswa kelas VII SMP Negeri 25 Merangin tahun pelajaran
2012-2013.
F.
Manfaat
Hasil Penelitian
Hasil
penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yaitu :
1.
Bagi Guru
Sebagai
bahan pertimbangan dalam menentukan model pembelajaran dengan tujuan agar dapat
meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa.
2.
Bagi Siswa
Sebagai wahana baru
dalam proses meningkatkan pemahaman konsep matematis dalam pembelajaran
matematika.
3.
Bagi Peneliti
Sebagai pengembangan
pengetahuan tentang penelitian dalam pembelajaran matematika.
Unduh Selengkapnya: BAB I-5
No comments:
Post a Comment