Bapak Presiden Kami yang sangat kami hormati sebagai kepala negara kami.
jujur kami letih dengan liku-liku ekonomi yang tiada henti membuat kami menjerit,
kami yang hidup dari tetes tetes keringat,
kerja pagi untuk makan pagi, kerja siang untuk makan siang,
dan begitu pun juga untuk sore harinya.
tak pernah kami mengganggu kehidupan negara ini,
tapi kenapa setiap ekonomi negara menjerit,
kami merasa begitu besar beban yang akan kami pikul. itulah kami pak presiden.
Mereka yang menjadikan negara ini hancur,
mereka juga yang makan uang, yang katanya uang rakyat...
apa peduli mereka terhadap kami...
tapi kami selalu mendapat imbas yang begitu besar,
BBM roda penggerak motor kami,
katanya subsidi untuk rakyat.
tapi apa mereka yang memegang pangkal,
kami hanya menunngu buah jatuh yang jauh dari rumpunnya...
tapi kami bangga,
bahwa bapak Presiden kami mendapat penghargaan dari berbagai elemen.
Terima Kasih pak Presiden, Karna sudah menaikkan BBM.
yang membuat kami kelaparan,,, karna harga sembako Naik.
Hasil Jerih payah Kami dihargai dengan rendah.....
No comments:
Post a Comment